Realitas budaya yang terbentuk di setiap jengkal tanah di muka bumi ini , adalah merupakan merupakan sebuah cipta dan kreasi umat manusia di dalam menetukan eksistensi dan jati dirinya . Demikian pula nilai nilai kesantunan menjadi sebuah esensi dari akar peradaban yang meletakkan keluhuran rasa di atas segalanya .
Budaya sebagai sebuah rambu di ciptakan dalam rentang tanpa batas , karena budaya itu sendiri senantiasa berkembang menyesuaikan dengan situasi dan eranya . Artinya budaya tidaklah baku dan kaku , akan tetapi sesungguhnya budaya itu adalah manusianya itu sendiri .
Di dalam ajaran sebuah religi lama , kita mengenal adanya kasta . Kasta layaknya sebuah derajat sesungguhnya adalah merupakan tugas manusia sebagai spirit dari budaya untuk memberi tauladan dan contoh kepada manusia di sekitarnya , dengan berperilaku yan memenuhi nilai nilai budaya itu sendiri .
Sementara musuh dari budaya adalah ketidak pastian , di mana sebuah budaya adalah pasti akan merujuk kepada keindahan , keharmonisan , kesantunan , keelokan dan sebagainya . Artinya di mana ada perilaku yang menjauh dari nilai nilai budaya hal tersebutlah yang menjadikan budaya itu akan menjadi sebuah pencerahan di tengahnya .
Pada era ini seringkali kita membuat suatu istilah yang salah kaprah dan tidak proporsional , misalnya istilah budaya kekerasan , budaya metropolis dan masih banyak lagi istilah lainnya yang sesunggunya secara tidak proporsional di jadikan satu kata dengan kalimat budaya .
Kasta adalah sebuah refleksi jiwa yang melampaui ruang dan waktu , di mana kasta adalah sebuah bingkai kehidupan yang akan kita jumpai di setiap kehidupan sosial di muka bumi ini .
Kasta bukan dalam arti yang dhohir ( nampak ) akan tetapi kasta sebagai sebuah budaya psikologi yang memberi warna terhadap perilaku kita . Kekerasan dan kebrutalan , apalagi premanisme bukanlah suatu budaya , akan tetapi adalah bentuk bentuk spirit yang berlawanan arus dengan budaya dan kemapanan di dalam nilai nilai kehidupan manusia .
Kebrutalan dan kekerasan adalah perilaku manusia yang sama sekali tidak mengenal budaya di dalam hidupnya . Kebrutalan dan keerasan adalah sebuah sifat yang terbawa dalam diri kita karena faktor darah dan keturunan , namun akan muncul dan nampak karena adanya emosional kolektif di dalam kelompok tertentu . Kebrutalan dan kekerasan bisa di lakukan siapa saja yang di batasi oleh sesuatu yang dhohir ( nampak ) akan tetapi tidak akan dapat melampaui sesuatu yang bersifat spirit .
Dasi , mobil mewah dan rumah megah adalah dhohir , sehingga sangat di mungkin akan terjadi kekerasan dan kebrutalan yang di lakukan oleh kelompok tersebut . Namun akan juga di lakukan oleh orang orang pinggiran yang serba kekurangan secara ekonomi , karena batasannya adalah dhohir .
Kasta adalah sebuah berkah bagi yang mau berpikir dan introspeksi untuk selalu menahan diri dari sesuatu yang bersifat kontra budaya atau kontra dengan kemapanan .
Premanisme dan kekerasan di mana mana adalah sebuah manifestasi dari esensi binatang ( hewani ) yang cenderung tidak mengenal akan budaya , karena budaya hanya akan dapat kita jumpai dalam pribadi manusia .
Budaya tidak akan pernah memberi ruang terhadap kekerasan dan kebrutalan , gaya gaya premanisme yang kontra budaya .
permisifisme terhadap kekerasan dan premanisme adalah sebanding dengan membiarkan sifat sifat hewan / binatang masuk ke dalam psikologi budaya kita . Mentolerir kekerasan dan kebrutalan serta premanisme adalah layakya mentolerir para binatang berbaju manusia dan menjadi bagian dalam interaksi sosial .
Jadi rasanya sangatlah aneh andaikata kita membiarkan adanya tindakan kekerasan dan kebrutalan premanisme di sekitar kita bahkan apabila di lakukan oleh orang berdasi sekalipun .
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment