Maraknya pemilihan pemimpin pemerintahan secara langsung yang dipilih oleh rakyat , baik pimpinan pemerintahan pusat , daerah tingkat I , tingkat II ataupun pemilihan lurah dan lainnya , rasa rasanya justru memberikan dampak psikologis yang cukup terasa , yaitu munculnya radikalisme politis dan premanisme politis .
Terlepas dari sisi positif atas pemilihan langsung tersebut , sesungguhnya cukup besar cost yang harus di bayar oleh masyarakat baik sebagai sang calon itu sendiri ataupun pihak kedua dan ketiga . Dalam pelaksanaannya biasanya mereka harus mempersiapkan team sukses yang membutuhkan biaya riil yang tidak kecil .
Kucuran dana kampanye dan pengerahan massa saat perang gerilya untuk mencari massa selalu melibatkan kelompok kelompok masyarakat yang akan sangat kental sekali dengan muatan radikalisme politis serta premanisme politis .
Meskipun hal tersebut memberikan peluang kepada kelompok kelompok tertentu untuk mendulang rupiah dari para team sukses tersebut yang dananya berasal dari negeri antah berantah .
Dari mana lagi kalau bukan hasil sikut sana sini , lirik sana sini yang hanya untuk membiayai sebuah pesta arogansi sesaat .
Kacian deh ... bangsa kita menjadi sebuah ajang premanisme politis yang sangat membingungkan masyarakat kita .
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment